Kini Excel sedang mengunjungi apartemen Listi, dia bingung setelah bertemu dengan mamah wanita itu di satu sisi dia kasihan karena Bunga ingin ketemu anaknya tetapi disisi lain dia tidak mungkin untuk memberi tahu dimana tempat Listi tinggal tanpa persetujuan dari orangnya sendiri. tak menunggu waktu lama kini dia sampai di sana, Listi menyambutnya dengan perasaan bahagia karena bisa melihat Excel dalam waktu yang lebih banyak dari biasanya. Listi lalu mempersilahkan Excel masuk dan duduk di sofa bersamanya. "Aku mau bicara sesuatu yang penting" ujar Excel tiba-tiba. Listi yang ingin menawari menuman kepada Excel pun mengurungkan niatnya dan kembali duduk dia hanya ingin bertanya apa yang kini membuat hatinya gelisah karena ucapan Excel. dia merasa tidak melakukan kesalahan saat ini ta

