Listi- Excel Hari ini mereka berangkat ke rumah sakit seperti biasanya, mereka bahkan bergandengan tangan dan seperti biasa menjadi pusat perhatian oleh seluruh orang yang ada di lorong pagi ini. Mamah Aure dan suaminya kini berpaspasan dengan Excel di lorong dia langsung menyapa Excel dengan ramah. Disaat begini bukan hanya hati Excel yang berdebar dia bingung dan ya dengan refleks melepas pegangan tangannya dengan Listi. “Eh mamah, apa kabar mah?” Tanya Excel langsung mencium tangan Cantika. “Baik, tadi nganter papah buat cek kesehatan aja” ucap Cantika. “Kamu apa kabar?” Tanya Bagas pada Excel. “Baik pah” ujar Excel. Bahkan kini Listi merasa menjadi orang yang tidak kasat mata diantara mereka, Excel pun tidak mengenalkan dia kepada orang tua Aure dan yah al ini membuat List

