Oliver termenung menatap gawainya yang tergeletak di atas meja. Dia berdiri sejenak, mondar-mandir tak karuan lalu duduk kembali. Oliver menarik nafas dalam lalu menutupi mulutnya dengan masker dan mulai menelepon seseorang. Beberapa detik kemudian, orang yang dia tuju mengangkat teleponnya. "Halo, Chris? Chris! kau kemana saja, hampir dua minggu aku mencoba menghubungimu!" Oliver menutup matanya erat, seerat dia menggerakkan bibirnya untuk bicara, "H-Hai Baekie ..." "Dimana kau? kenapa nomermu tidak bisa dihubungi!?" "M-Maaf, aku baru mengaktifkan nomerku. Aku terlalu sibuk." "Sibuk? sesibuk apa sampai kau tak menghubungiku? kau bahkan tak mengingat Rosie?" "Bukan begitu. Banyak hal yang terjadi. Maafkan aku," "Kau ini benar-benar ..." "Sayang, jangan marah. Maafkan aku, hmm ..."

