Baekie akhirnya terbangun. Dia perlahan membuka matanya. Hal yang pertama dia lihat adalah Oliver. Laki-laki itu tengah tertidur lelap. Dia menyandarkan kepalanya di samping tempat tidur Baekie, dan tangannya masih menggenggam tangan Baekie erat. Baekie menarik tangannya pelan. Oliver agak terganggu. Namun, karena dia begadang semalaman, dia hanya bergeser posisi sedikit, lalu kembali tertidur lagi. Baekie menatap Oliver, menatap laki-laki itu lekat. Bohong, jika dia tak merindukan Oliver sedikitpun. Oliver tak pernah hilang dari ingatannya, bahkan bertahun-tahun lamanya, walau dia selalu terluka, dia tetap masih mencintai Oliver. Baekie perlahan menyentuh wajah Oliver. Menyentuh rahang Oliver yang keras, sejenak Baekie hampir kehilangan dirinya sendiri. Dia terhanyut, matanya menatap Ol

