"Baekie, kau kenapa? kau baik-baik saja?" Oliver mencoba memanggil Baekie. Namun, Baekie tetap saja membatu, "Baekie ..." Oliver menyentuh bahu Baekie. Baekie terlonjak lalu menjauhkan dirinya dari Oliver, "Jangan mendekat!" "K-Kau kenapa? kepalamu sakit lagi?" Baekie terbelalak. Dia tak bisa mempercayai ingatannya. Apakah itu hanya ingatan atau ilusinya semata? tapi jika itu memang ilusi, Baekie malah makin tak percaya. Kenapa dia bisa memiliki ilusi yang vulgar seperti itu bersama Oliver? "Kau ... tinggalkan aku sendiri!" ucap Baekie dengan nada suara yang tak seperti biasanya. "Apa yang terjadi? kau mengingat sesuatu?" "Ku bilang tinggalkan aku sendiri! pergi!" Baekie mendorong Oliver. Oliver akhirnya mundur perlahan, "Baiklah aku keluar, Tapi jika terjadi sesuatu, kau harus seg

