"Dokter, beneran hidung saya gak perlu diamputasi?" "Iya nona. Hidung anda tidak perlu diamputasi." "Tapi-tapi kalo nanti infeksi gimana? Terus nanti saya gak bisa nafas dan ujung-ujungnya harus diamputasi gimana?" Dokter pria itu menghela nafas panjang, dia harus banyak bersabar menghadapi pasien dengan otak seperempat seperti sekarang. "Non—” "Lilis, gak usah aneh-aneh deh. Mana ada hidung diamputasi? Ngecom bae!" Kata Liam menyela ucapan Dokter Fiko. "Iya Lis, lo itu ada-ada aja deh. Kalo idung lo diamputasi, ntar begimane rupanya?" Tanya Fasha ikut menyahut. "Tau tuh. Dasar, bocah gendeng." Raven mendengus jengah melihat Elisa yang malah memberengut kesal. "Ya, kan, cuma-cuma, cuma-cuma—" "—Cuma apa hah? Cuma apa?" Ngegas Arjun berkacak pinggang. Elisa meneguk ludahnya, ciut.

