44. Mak Lampir X Kudanil

2373 Kata

Elisa menatap makanan yang di pesannya dengan hampa, kedua tangannya yang memegang sendok dan garpu mengaduk asal makanannya. "Baru juga masalah Kayla mau selesai, eh masalah yang lain dateng." Dia merilekskan kepalanya. "Sekarang gue harus gimana? Penyakit Shami ternyata makin parah. Mana itu anak enggak mau di cuci darah lagi, argh jadi gimana?" "Atau gue donorin aja ginjal punya gue? Kayaknya gak buruk juga." Elisa terus bergumam dengan mata tertutup. Hidup nya terlalu rumit, bukan hidupnya tapi hidup si antagonis. Dia hanya jiwa tersasar yang singgah di tubuh antagonis. Iya, singgah! Dia yakin jika suatu saat nanti ia akan kembali ke dunianya, keluar dari dunia novel yang menjebaknya, dunia novel yang membuatnya di kelilingi badai konflik yang rumit. "Minggir lo!" Suara b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN