Ferrari biru itu berhenti tepat di depan bangunan tinggi dengan nama yang tertulis besar di atas. MEDIKA MENZIES HOSPITAL Elisa mengamati bangunan itu sebentar. Kepalanya menoleh kearah sampingnya, netranya bersibobrok dengan pemuda pemilik mobil "Makasih, udah mau nganterin." Dia melepaskan seat belt yang terpasang di tubuhnya. "Kalo gitu, gue duluan." Bara menatap Elisa, dia mencekal pergelangan tangan gadis itu. "Jangan pulang terlalu malem." Dia menaikkan tangannya menggapai kepala Elisa, rambut halus itu ia elus dengan lembut. Elisa ternganga. Jantungnya di dalam sana berdegup kencang, batinnya histeris. Omaygat! Demi apa, dia ngelus rambut gue? Astaga, gak nyangka! Elisa berdehem canggung. "Yaudah, gue duluan yah. Bye!" Dia membuka pintu mobil itu, langkahnya di buat sesantai

