Gadis itu berjalan dengan lesu. Wajahnya terlihat masam dan murung, dia menelusuri g**g kecil itu dengan bibir bawah di majukan dan wajah yang menyedihkan. “Coba aja tadi gue nurut sama kak Garvin, pasti kejadiannya gak kayak gini. Huhuhu .. ternyata penyesalan itu emang belakangan ya.” Gumamnya kecil. Tadi di perjalanan, angkot kuning yang ia tumpangi tiba-tiba mogok dan semua penumpang turun dari angkot secara paksa. Kalau mereka menunggu angkot itu sehat kembali, akan memakan waktu yang lama, jadi si akang angkotnya menyuruh mereka mencari kendaraan lain saja. Alhasil semua pergi mencari kendaraan umum yang lain termasuk Elisa. Tapi sayang, sepertinya hari ini Elisa sedang s**l. Sedari turun dari angkot mogok ia tak menemukan kendaraan umun lain, bahkan ojek pun tidak ada. I

