Bab 31. Rindu Tak Terucap

1603 Kata

Sebulan pertama melewati hari-hari tanpa menatap langsung wajah istriku begitu berat. Bahkan aku telah melanggar janji tidak berpamitan dengannya. Terpaksa berbohong agar ia tidak banyak menangis semalam. Jujur saja mendengarnya menjerit histeris membuatku merasa kalah dan menyerah. Mungkin ini yang di maksud Daddy jika aku memilih untuk sembunyi-sembunyi menemuinya dan melihatnya bersedih maka aku pasti akan menyerah. Setelah berhasil menenangkan Ciara dan menghabiskan malam bersama, aku langsung pergi saat kedua mertuaku datang pagi-pagi sekali. Semalam saat Ciara tertidur aku sengaja meminta dokter jaga memberikan obat tidur dosis kecil dengan alasan istriku kurang tidur dan sering terbangun. Setelah berkonsultasi dengan Uncle Kean, ia memberikan obat pereda sakit untuk luka operasi C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN