Meskipun Adam terlihat tenang, aku dapat melihat ekspresi marah yang berusaha disembunyikan di balik wajah dingin itu. Setelah menatap layar ponselnya yang aku sendiri tidak tahu chat dari siapa, tapi aku yakin ada yang tidak beres saat tatapan Adam pada Feli begitu menusuk. “Aku lihat HP kamu sekedar memastikan kamu sudah membatalkan janji sama media.” Ucap Adam lebih tepatnya sedang memerintah. Wajah Feli semakin memerah kesal diminta Adam begitu. Namun akhirnya ia lakukan dengan beranjak malas-malasan dari duduknya menghampiri Adam. Sedangkan aku benar-benar seperti patung disini, diam tanpa berani bertanya meskipun penasaran. Sebisa mungkin aku mencoba memahami pemikiran suamiku dan mempercayai tindakannya. “Udah dong, kamu ngak percaya yah sama aku.” Ketus Feli seakan dirinya tidak

