49. Pengakuan Bima

1539 Kata

Anna menatap gerimis yang saling berlomba menjatuhkan diri ke tanah. Membuat aliran bening di kaca jendelanya saat ada beberapa percikan yang mengenainya. Gadis itu termenung dalam sunyi yang membentuk sepi kian bertambah. Sudah empat bulan semenjak hari itu. Di mana Sinta memaksanya untuk keluar dari rumah Andre seperti ibu yang tidak terima anaknya dilukai. Anna senang, karena masih ada yang begitu memedulikannya. Sekaligus sedih, karena caranya keluar dari rumah Andre tidak sebaik yang ia harapkan. Bahkan tidak ada kata perpisahan layak yang bisa Anna ucapkan untuk Andre, karena pria itu terus mengunci diri di kamar. Hanya basa basi sebentar bersama mama Andre yang kala itu melepasnya dengan buliran air mata penyesalan. “Pokoknya lo nggak boleh berhubungan sama Andre lagi! Harusnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN