“Lo lagi ngigo apa gimana, Bang?” Yang ditanya bukannya menjawab, malah masuk begitu saja ke rumah Anna. Seolah hal itu sudah biasa ia lakukan. Anna yang merasa takjub dengan tingkah Edo, hanya bisa menganga. Kedatangan pria ini yang tiba-tiba sudah muncul di depan rumahnya saat jam masih menunjuk tujuh kurang saja, sudah membingungkan. Ditambah lagi dengan sikap seenaknya yang kini Edo tunjukkan. Pria itu sudah duduk bersila di depan televisi yang tidak menyala, seolah apa yang ia lakukan kini bukanlah hal yang aneh. "Gue bawa dua bungkus nasi uduk, ni. Mending lo makan. Mumpung gue lagi berbaik hati ngasih lo makanan.” Anna mendengus, namun tanpa berkata apa-apa gadis itu menuju dapur. Mengambil dua sendok dan juga piring. “Lo beneran lagi ngingo apa gimana si, Bang?” Edo tidak

