Keesokan harinya setelah turun dari kamarnya dan akan menuju ruang makan. Annabelle mendengar percakapan antara Marco dan ibunya mengenai dirinya.
Jika itu tentang diriku, kurasa tidak ada salahnya jika aku menguping sedikit.
"Mama yakin dia tidak memanfaatkan mama? Bagaimana jika dia pura-pura menolong mama agar bisa mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal sekaligus?"
"Marco, tidak mungkin Annabelle bisa menyusun rencana kecelakaan dan semuanya. Itu murni dia tanpa sengaja menolong mama. Lagipula mama yang menawari dia pekerjaan dan tempat tinggal. Jadi hentikan pemikiranmu yang aneh itu. Ada apa sih denganmu? Kenapa sepertinya kamu tidak suka padanya. Kamu bahkan baru beberapa menit saja bertemu dengannya. Sudah mengambil kesimpulan yang mengada-ada. Tidak semua perempuan seperti dia Marco. Dan jika bukan karena Annabelle mama tidak akan berada disini hari ini. "
"Tapi ma..."
"Maaf Tante saya terlambat." Annabelle bergegas masuk karena tidak ingin mendengar lebih banyak komentar buruk tentangnya dari laki-laki dingin itu.
"Ya, Annabelle. Ayo kita mulai makan."
Marco menatap Annabelle dengan tajam dan memperhatikan semua gerak-geriknya. Annabelle tidak mengerti ada apa dengan laki-laki itu.
Setelah menyantap semua sarapannya Annabelle bergegas permisi untuk melakukan pekerjaannya. Dan mencoba menghindari seruangan dengan Mr. Cool lebih lama lagi. Dan tentu saja Mr. Cool masih dengan tatapan dinginnya melihat kepergian Annabelle. Tanpa melihatpun Annabelle dapat merasakan tatapan dingin dari Mr. Cool. Membuat kulitnya meremang semua.
***
Tak terasa sudah 2 jam Annabelle mengerjakan pekerjaannya mengetik naskah novel yang direkam Tante Kateyln di tape recorder.
"Sebaiknya aku istirahat sebentar sebelum melanjutkan lagi pekerjaanku," gumam Annabelle sembari mengangkat kedua tangannya keatas untuk menghilangkan penat.
Dan betapa terkejutnya Annabelle saat sedikit memutar kursinya sudah ada disana Mr. Cool yang berdiri dalam diam memperhatikan gerak geriknya. Apa yang diinginkan pria itu sebenarnya.
Perlahan Marco masuk keruangan dan menghampiri Annabelle. "Berapa? Sebutkan saja." Ucap Marco.
"Maaf aku tidak mengerti apa maksud Anda, Mr. Xavier."
"Tidak perlu berpura-pura saya tahu apa yang kamu inginkan, jadi untuk menghemat waktu sebutkan saja berapa yang kau inginkan."
Meski Annabelle mungkin tahu apa yang dimaksudkan oleh Mr. Cool dia berusaha untuk tidak salah mengerti dan masih berusaha bersabar. "Maaf sekali lagi saya katakan saya tidak mengerti apa yang Anda maksudkan."
"Baiklah saya akan mengatakannya. Berapa yang kau inginkan untuk melepaskan jeratmu dari Mamaku? Katakan saja selagi saya sedang berbaik hati dan manfaatkan kesempatan ini selagi ada. Bukankah lebih baik kamu mengatakannya sekarang daripada nantinya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa karena saya akan memastikan kamu tidak akan mendapatkan apa-apa jika kamu tidak menerima tawaran saya ini." Kicau Marco tanpa menyadari jika Annabelle sudah benar-benar marah atas kata-katanya itu.
"Saya tidak menginginkan uang anda, Mr. Xavier. Jadi anda bisa simpan saja uang anda itu. Terima Kasih."
Dan Annabelle berusaha melewati Marco setelah mengatakan itu semua. Tapi Marco menangkap lengan Annabelle dan menariknya mendekat padanya agar tidak pergi. Dan tentu saja Annabelle yang tanpa persiapan apa-apa terlempar kedalam pelukan Marco. Dan Marco mengurung Annabelle di meja kerja mamanya. Annabelle mencoba menahan kedua tangannya didada Marco agar mereka tidak telalu merapat. Kedekatan mereka membuat jantung Annabelle berdetak sangat cepat lagi tanpa sebab. Annabelle tidak mengerti ada apa dengan dirinya.
"Apa sebenarnya yang anda inginkan, Mr. Xavier?" sergah Annabelle yang masih marah.
"Kamu sangat sok jual mahal Nona, apa kamu mengincar hal yang lebih besar? Jangan harap kamu akan mendapatkannya."
"Berapakali saya harus mengatakan kalau saya tidak menginginkan uang anda."
"Jadi maksudmu kau mengincar uang mamaku? Begitu?"
"Lepaskan saja saya. Melelahkan berbicara dengan orang bebal seperti Anda." Annabelle berusaha melepaskan diri. Tapi Marco terus mengurungnya disana dan tidak membiarkannya lolos.
"Saya tegaskan lagi. Saya tidak menginginkan apa-apa dari Anda maupun Mama Anda, saya hanya akan menerima apa yang menjadi hak saya yaitu gaji saya. Dan saya akan segera mencari tempat tinggal setelah saya menerima gaji pertama saya jika anda tidak bisa menerima saya tinggal disini. Apakah anda puas?"
Marco terdiam memperhatikan bibir Annabelle yabg sedang berbicara. Sejak tadi dia memasuki ruangan ini dia memperhatikan semua gerak gerik Annabelle dia tidak mengerti ada apa dengannya. Kenapa wanita ini sangat menganggunya. Bahkan hanya sekedar dia mengangkat tangan saja seperti tadi Marco harus berusaha tidak melihat payudaranya yang terangkat. Sejak kapan dia yang terkenal dingin terhadap wanita berubah menjadi makhluk m***m seperti ini. Dia yang menganggap seorang wanita tidak ada harganya harus menahan diri didepan wanita ini.
Mungkin aku harus sedikit mencicipinya untuk menghilangkan gangguan ini.
Dengan itu Marco menarik Annabelle agar semakin merapat kepadanya dan kemudian menangkup belakang kepala Annabelle. Dan Marco mencium Annabelle. Kemudian Marco mengangkat kepalanya menatap Annabelle yang tidak bereaksi apa-apa karena begitu terkejut. Marco kembali menempelkan bibirnya kepada Annabelle dan melumat bibir tersebut yang memang sudah menganggunya dari semalam sejak pertama melihatnya. Marco mengigit kecil bibir Annabelle dan sangat menyukai tekstur rasanya. Saat Marco akan melanjutkan semua itu. Tiba-tiba Annabelle mendorongnya menjauh.
"Apa yang anda lakukan?" jerit Annabelle.
"Baiklah, saya tahu apa yang akan saya lakukan kepadamu."
"Apa memangnya?"
"Menjadikanmu wanita simpananku jika kamu tetap berada disini lebih lama lagi." Seringai Marco dengan dingin.
Dan dengan itu Marco meninggalkan Annabelle yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Dasar orang gila. Aku tidak mengerti ada apa dengan dirinya. Baru satu hari kami bertemu dia sudah membuat aku ikut gila. Apa maksudnya lagi dengan menciumku seperti itu." Ucap Annabelle dengan frustasi. Dan merasa kesal kepada dirinya kenapa membiarkan Marco menciumnya seperti itu dan bahkan terus mengingat-ingatnya terus dari tadi.
"Akh... Ini semua sangat menyebalkan. Aku tidak bisa pergi dari sini karena aku tidak punya uang. Dan jika aku tidak pergi bagaimana jika dia memang akan menjadikanku simpanannya. Apa yang harus aku lakukan?" Annabelle semakin pusing memikirkannya.
Aku hanya harus menghindarinya saja sepertinya untuk sementara ini.
Setelah meninggalkan Annabelle setelah mengatakan itu semua Marco menuju kekamarnya untuk mandi air dingin. Dirinya sungguh sudah berubah menjadi makhluk m***m dengan mencium wanita itu bukan malah menghilangkan gangguan itu malah dirinya semakin menginginkannya. Dan bahkan juniornya jadi bangkit karena begitu menginginkannya. Marco mengatakan itu semua untuk menakuti-nakutinya tapi bagaimana jika memang itu yang diinginkannya. Marco hanya berharap wanita itu tidak menyadari reaksi tubuhnya.
Dan begitulah jadinya sejak saat itu Annabelle selalu menghindari Marco dimanapun dirinya berada. Dan tidak memberikan Marco kesempatan untuk berbicara dengannya. Ataupun berada satu ruangan dengannya berduaan saja. Dirinya dapat melihat betapa semakin marahnya laki-laki itu. Dia hampir tidak bisa menelan makanannya saat diruang makan karena terus ditatap olehnya dengan tajam. Ya hanya diruang makan saja Annabelle bertemu dengannya.
Sampai akhirnya beberapa hari kemudian Marco harus pergi untuk melakukan pekerjaannya. Dan tinggallah Annabelle dalam damai dirumah itu untuk melakukan pekerjaannya.
Sore hari setelah kepergian Marco. Annabelle ingin beristirahat setelah merasa tegang beberapa hari ini karena berusaha menghindari Marco terus menerus. Jadi dia berjalan-jalan disekitar Mansion itu karena sebelumnya tidak sempat menjelajah karena terlalu sibuk menghindari Marco.
Tanpa Annabelle sadari malam telah tiba dan dia sudah berjalan-jalan lumayan jauh, dan saat akan kembali tiba-tiba dia melihat cahaya dikejauhan sana. Karena penasaran Annabelle meneruskan jalannya dan tidak jadi kembali. Ternyata apa yang Annabelle lihat adalah sebuah kolam yang airnya sangat jernih sehingga memantulkan cahaya bulan yang saat itu memang sedang purnama. Annabelle tidak mengerti bagaimana mungkin ada danau yang mirip seperti kolam renang ada disini. Annabelle bahkan bisa melihat bagian dasarnya yang dipenuhi kerikil-kerikil.
Karena merasa gerah dan tidak bisa menahan diri akhirnya Annabelle masuk kedalam kolam itu. Karena Annabelle memang sangat suka berenang. Tapi pakaian yang Annabelle kenakan membuat dia susah berenang sehingga dia nekad melepaskan pakaiannya dan berenang hanya dengan pakaian dalamnya saja. Setelah beberapa kali berenang bolak balik akhirnya Annabelle merasa puas dan memutuskan untuk pulang sebelum Tante Katelyn panik dan mencarinya.
________________________________________________________________________________________________
Maaf jika part ini sangat pendek. Lanjut ke part selanjutnya ya. Ditunggu votenya. Tq
Jangan lupa klik love ya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. ^^