Risti mendorong dengan kasar d**a Bambang, ada rasa kesal dan marah, namun setitik rasa di sana bersorak gembira saat Bambang mengecup bibirnya tadi. Blam! Risti menutup pintu kamar mandi sedangkan Bambang masih terpaku dengan dirinya sendiri.menatap wajahnya di cermin yang berubah menjadi pucat pasi. "Ya ampun apa yang baru saja aku lakukan?" tanya Bambang merutuki dirinya sendiri sambil mengusap kasar wajahnya karena malu. "Hadeh ... nih lagi bibir, main nyosor aja," rutuk Bambang sambil menepuk kasar bibirnya. Sedangkan Risti dari balik pintu kamar mandi coba menguasai detak jantungnya. Entahlah rasa bahagia atau marah yang mendera, tapi bibirnya manis. "Aargh! benar aku sudah gila," umpat Risti sambil memukul-mukul kepalanya. Adzan shubuh berkumandang, Bambang terbangun dari tid

