Wanita berparas cantik nan anggun itu masih duduk manis di kursi kebanggaannya. Blazer ungu terong yang ia pakai hari ini sudah ia tanggalkan. Menyisakan kemeja putih berlengan pendek serta celana rok sepan di bawah lutut. Kakinya menyilang, punggungnya ia letakkan santai bersandar pada kursi kebanggaannya. Mata bulat dengan bulu mata lentik itu tengah memandang wajah ibu kota di malam hari. Lampu berkelap-kelip, membiaskan cahaya pada malam hari yang kian beranjak larut. Gedung-gedung menjulang tinggi, tampak begitu kokoh terkena sorot cahaya lampu malam dan sinar rembulan. Risti melirik jam tangannya, sudah pukul sembilan malam. Dia baru saja selesai meeting didampingi sekretaris sekaligus sahabatnya, Karin. Entah kenapa, malam ini, kedua kakinya begitu enggan ia langkahkan untuk pulan

