42. Penutup

457 Kata

Bambang tengah mengendarai mobilnya menuju rumah mertuanya. Sudah dua hari Salman dan Aish menginap di rumah Pak Hermawan. Kakek tua itu sudah sembuh dari kelumpuhannya. Bahkan ia sekarang bisa kembali pergi ke pusat kebugaran dan sudah lincah mengejar cucunya yang selalu berlari saat ingin ia peluk. Risti berulang kali mengusap perutnya yang sedikit membuncit. Jalanan macet menuju rumah orang tuanya membuat Risti sedikit enek dan pusing. Seketika mata Risti berbinar saat menatap tukang buah potong dengan bumbu rujaknya sedang berhenti di seberang jalan. “Pah, dede bayi dalam perut mau itu?” Rengek Risti pada Bambang. Ekor matanya mengarah pada gerobak buah di seberang jalan. “Oke, kita putar balik di depan, ya, Sayang.” “Yah, lama dong, Pa. Ini kan macet, ntar puter balik lagi arah ke

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN