Part 11

1066 Kata

"D-dek. Kamu kok ke sini nggak bilang dulu?" tanya Mas Bayu tergagap. "Katakan, apa yang aku tidak tahu?" hardikku dengan menatap mereka satu persatu, bahkan Arfan yang mash tergeletak di ranjang rumah sakit tak luput dari tatapan intimidasiku. Kulihat dari ekor mataku Linda memutar bola matanya, serta menyilangkan kedua tangannya di d**a. Persis, seperti orang yang sedang tidak merasa bersalah sehabis ketahuan olehku. "Arfan, apa yang aku tidak tahu?" tanyaku sembari menatapnya lekat, karena percuma jika aku bertanya pada Ibu ataupun Mas Bayu. Mereka sama saja. "Em ... Mbak, jangan emosi dulu," "Siapa bilang aku emosi? Tidak, aku tidak emosi. Ini aku bawakan buah untukmu. Semoga lekas sembuh, ya. Biar cepet-cepet bisa ngurus istri cantikmu ini," sindirku halus dengan meliriknya tajam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN