Part 20

1153 Kata

Aku menghela nafas panjang setelah sampai di toko yang merupakan usaha kedua dari mertuaku. Kulihat dengan seksama betapa majunya toko ini sekarang, dibanding dulu saat mereka terpuruk dan tidak memiliki modal. Nama Toko Intan kini berubah menjadi Toko Barokah, tapi ternyata apa yang mereka lakukan selama ini tak menjadikan toko mereka Barokah karena semua itu dilakukan atas dasar kebohongan. Aku yakin hidup itu adil, dulu ketika mereka terpuruk kami membantu. Tapi ternyata ketulusan yang kami berikan tak lain hanya lah dibalas dengan kebohongan oleh mereka. Maka saatnya kini aku mengambil alih lagi apa yang seharusnya menjadi milikku, karena kebohongan sampai kapan pun tidak akan dibenarkan. Senyum lebar kusunggingkan ketika Ibu menyambutku yang baru saja tiba di toko. Pelanggan terliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN