Deva memandangku lekat saat kami baru saja keluar dari ruangan sidang putusan perceraianku. Pada akhirnya, hari ini aku resmi menyandang status janda dari Bayu Pradipta. "Kamu baik-baik saja, kan?" "Em ... Iya, aku baik." Sedikit berbohong, aku kemudian duduk disebuah kursi. Deva berdiri di depanku, seakan ia paham apa yang kini sedang kurasaka. Seharusnya aku dan Mas Bayu bisa hidup bahagai meski tanpa seorang anak, tapi ternyata semuanya semu, bohong, dan dusta. Selama ini ternyata Mas Bayu hanyalah menjadikanku sebagai tameng atas kemiskinan dan perbuatan buruknya. "Kamu harua bangkit, tidak semestinya kagi terpuruk," ucap Deva menguatkanku. Aku memandangnya sekilas dan tersenyum tipis, semoga saja setelah perceraianku ini semua akan berjalan lebih baik lagi. Tugasku sekarang hany

