[7] Curiga

1464 Kata

Menjelang pagi tiba, kedua manusia yang baru saja kemarin menikah, masih tertidur pulas dengan tangan yang saling memeluk satu sama lain. Padahal ayam milik Jaelani sudah saling menyahut berkokok sejak mentari sebelum terbit. Hingga tidur mereka terganggu karena suara radio yang memekikan telinga. Keduanya membuka mata, dan menyadari satu sama lain, mereka berteriak histeris. "Gilaa lo. Mau gue habisin, hah?" teriak Alan yang malah mendapat pelototan dari Arina. "Enak aja. Harusnya elo tuh! Siapa semalam yang gantiin guling jadi bantal. Terus kaki kerbau lo seenak jidatnya numpangin badan gue." Alan membelak. Tidak terima dirinya di tuduh. Apa-apa tuh, tidur dia tidak seperti itu. Itu salah besar! "Lo gak liat pembatas kita jatuh? Ya, otomatis lo lah yang buang. Gue di sini, mana bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN