[33] Sudah Saatnya

2050 Kata

Siangnya setelah mereka pergi ke dokter kandungan, Alan mengajak Arina ke rumahnya lagi. Arina sempat menolak, tapi dengan segala bujukan serta bantuan dari keluarga akhirnya mau. "Besok Papa ngundang kita ke rumahnya." "Loh?" Arina bingung. "Papa udah tau kalo kita udah baikan." Alan memeluk Arina lalu mengecup keningnya. "Kamu tau gak, selama ini Papa nyuruh aku buat ajak kamu pulang. Tapi tiap aku mau ketemu sama kamu malah dilarang, katanya nanti belum saatnya." Alan membuang nafas. "Aku malah jadi curiga kalo kamu sekongkol sama Papa." "Nuduh nih?" "Bukan gitu, sayang. Yang selama ini aku alamin, itu ulah Papa." "Maksudnya?" "Sekenario Papa biar kita dewasa." "Nggak ngerti, ah. Lagian ya aku jarang ketemu sama Papa Adam. Pernah ketemu juga waktu sama Shihab." "Abis itu jaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN