"Rin, ada yang nyariin lo." Arina yang sedang menggoreng donat, langsung terhenti. Ia menyuruh rekan yang lainnya untuk menggantikan pekerjaannya. "Siapa, Mel?" "Gak kenal. Tapi dia cowok, samperin aja deh." Arina mengangguk. Setelah melepaskan topi dan juga celemek, Arina bergegas untuk ke depan. Ada seorang pria yang melambaikan tangannya. Dia memiliki wajah yang mirip dengan suaminya. Langkah Arina tak mau dilanjutkan, tatapan kecewa terlihat dari mata hazelnya. Tapi merasa bahwa itu bukan Alan, akhirnya Arina mau mendekati lelaki itu. "Ini saya, Aldi." Arina tersenyum kaku, lalu mengangguk. Ia pun bergabung untuk duduk di hadapan Aldi "Iya, kak. Maaf, aku kira tadi-" "Pasti Alan." Arina semakin menunduk malu. "Saya tau kamu sedang ada masalah sama Alan. Kenapa kamu gak coba bicar

