Aldi benar-benar pusing dengan tumpukan berkas-berkas yang belum diperiksa. Setelah lulus dua minggu yang lalu, Aldi langsung diangkat menjadi pemimpin di perusahaan milik Papanya. Dikarenakan pemimpin yang dulu telah meninggal dan sementara waktu dihandle oleh Dendi, sekarang waktunya Aldi untuk memimpin. Bukan enak menjadi pemimpin, malah Aldi hampir stres dibuatnya. Tiap hari hampir meeting. Belum lagi menandatangani ini itu. Dan banyak hal lain yang awalnya tidak Aldi lakukan. Andai ada Alan, mungkin pekerjaannya bisa dibagi dan lebih mudah. Dendi datang membawa berkas di tangannya. Selama ini, pria itu yang selalu membantu Aldi dalam hal apapun. "Tuan, hotel yang berada di Jakarta timur mengalami penurunan." Aldi membuang nafas. Pekerjaannya yang di sini sudah membuatnya kelabakan

