Hari ketiga Alan masih belum bekerja. Walaupun demamnya sudah turun dan pusingnya sudah mendingan, namun Alan masih belum merasa fit. Arina menyarankan untuk izin satu hari lagi, sedangkan Arina tidak bisa izin cuti lagi. Pakaian seragam kerja sudah Arina pakai. Perempuan itu mengikat rambutnya menjadi satu, lalu ia mengambil tasnya dan juga mengambil barang-barang yang diperlukannya. "Jangan cantik-cantik. Udah punya laki juga." Arina yang sedang bercermin langsung membalikkan tubuhnya, menatap suaminya yang pura-pura sibuk dengan ponsel. "Emang mau punya istri jelek? Ntar orang-orang bilang, ih istri si Alan jelek ya." "Kok mau ya?" sambung Alan sambil tertawa. "Ih, tau ah." Arina pura-pura kesal. "Gue berangkat kerja dulu, kak. Pulangnya gak bakal lama kok, nanti jam dua belas u

