Laura benar-benar memikirkan kembali tentang beasiswanya itu. Sebab menurutnya, perkataan Billa ada benarnya juga. Sangat sayang jika Laura mendiamkan beasiswanya terlalu lama. Terlebih lagi, Billa bersedia untuk menemani Laura selama di Paris nanti. Laura juga sudah menganggap Billa layaknya saudara sendiri, itu sebabnya tak jarang keduanya saling berbagi pendapat satu sama lain. Hari masih pagi namun Laura sudah kedatangan tamu. Tamu itu tidak lain adalah Keenan. "Masih pagi loh. Hari ini aku juga masih enggak bisa kerja, Ken," ucap Laura. "Siapa bilang aku mau jemput kamu?" tanya Keenan. "Terus?" tanya Laura kembali. Keenan mengeluarkan kantong belanjaan yang ia sembunyikan di balik tubuhnya tadi. "Aku beliin kamu sarapan, supaya kamu enggak capek masak," ucapnya. Laura te

