Setelah hampir sebulan berada di Paris, hari ini adalah jadwal untuk Hanna melakukan operasi cesar untuk melahirkan bayinya. Perempuan yang beberapa jam lagi akan menyandang gelar ibu itu nampak sangat gugup. Tangannya tidak pernah melepaskan genggaman tangan milik Laura. Aneh memang, bahkan saat Kavin mengajukan protes, Hanna malah mengabaikannya. "Pokoknya nanti aku mau Laura yang ikut masuk ke dalam ruang operasi," rengek Hanna. "Kalau susternya bilang yang boleh masuk itu cuman suaminya, gimana?" tanya Hanna. "Aku paksa supaya kamu bisa ikut masuk juga," sahut Hanna. "Kalau enggak bisa juga, lebih baik pindah rumah sakit saja," sambungnya. "Pemaksaan," timpal Kavin. "Biarin!" sahut Hanna yang tidak mau kalah. "Heh! Istrinya mau lahiran, masih saja diajak adu argumen," u

