41 : Elivera

2000 Kata

Seorang perempuan berpakaian glamour berdiri di tepi jalan—tepatnya berdekatan dengan gerbang, matanya memandang lekat pada sebuah rumah bergaya minimalis sederhana. Kacamata hitamnya ia lepaskan, terlihat lah mata setajam pisau yang siap menghunus. Bibirnya yang berwarna merah merona tersenyum miring saat melihat sesosok perempuan lebih muda darinya sedang menyapu halaman rumah, matanya terus mengamati sosok itu dari atas hingga bawah. “Hanya perempuan lemah yang tak pandai strategi.” Gumamnya dengan nada meremehkan. Ia menghela napas kasar, lalu beranjak dari sana tuk memasuki mobil mewah miliknya. Perempuan berkacamata hitam itu mengendarai mobilnya ke jalanan yang sangat ramai, tak berselang lama kemudian ia memarkirkan kendaraannya. Sebuah gedung tinggi nan luas langsung terli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN