Siang hari terasa sangat terik, cahaya matahari menyinari bumi dengan terangnya. Namun, hal itu tak membuat seorang gadis merasa terganggu, justru ia berjalan dengan tatapan kosong dan hanya melamun saja. Sesampainya kaki itu melangkah pada sebuah lantai, tangannya terulur untuk mengetuk pintu dengan perlahan. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sang empunya rumah segera menyahuti ketukan pintu itu. "Ya, sebentar." ujar si pemilik rumah. Segera ia melepas apron yang melekat pada tubuhnya, lalu berjalan ke luar. Sesampainya di antara ruang tamu dan pintu luar, ia mmebukanya dengan perlahan, matanya berbinar dengan senang. "Hania, kamu jadi ke sini ternyata, ku kira tidak." Aleya menatap Hania sambil tersenyum lebar, tak lupa ia juga memberikan gadis itu akses untuk masuk. Namun,

