Affair

1126 Kata

Suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Rianti terkulai lemas tak berdaya di atas meja dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar- lebar dimana ia hanya bisa pasarah saat p***s besar Kim menghamburkan semua isinya dalam liang vaginanya. Dengan tubuh Rianti masih tergetar-getar menahan deraan nikmat, ia harus memasang kembali pakaiannya. Begitu juga Kim yang kini membantunya berdiri dan membersihkan liang vaginna dengan tisyu. Ia melihat ke arah jam dinding, pukul 13.00 pas. “Sudah? Puas?” Saat pria itu mengangguk, membelai kepalanya dengan lembut dan penuh cinta, Rianti memeluknya yang langsung disambung dengan pelukan yang jauh lebih hangat. Bahkan ketika akan membuka pintu kamar karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN