Fara membereskan maket yang telah selesai ia bangun sambil tersenyum puas. Target pekerjaannya hari ini telah tercapai. Ia mengemasi sisa-sisa styrofoam dan kertas karton yang berceceran ke dalam tempatnya masing-masing. Tengkuknya terasa pegal. Fara memejamkan matanya lelah. "Permisi, Bu. Ada yang ingin bertemu." "Siapa?" Jawabnya tanpa membuka mata ke arah sekretarisnya. "Namanya Bu Laila." Fara berpikir sejenak. Laila? Ia merasa tidak mengenal nama tersebut. "Persilahkan masuk." "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Jawab Fara kemudian melihat pada dua sosok yang bertamu. Tubuhnya membeku. "Kamu??" "Maaf, Mbak, jika kedatangan kami mengganggu." Fara mengomel dalam hati. Setelah pertemuannya dengan Livia di lift waktu itu, ia tidak pernah berharap mereka akan bertemu kembali dala

