45. FINAL DESTINY

1913 Kata

"Bagaimana bisa?" Tanya Al cemas. Mereka setengah berlari menuju ruang keamanan hotel. "Tadi Seto pamit sama gue karena Rafa merengek minta es krim, Bang!" Tadinya Rafa memang bersama keluarga Ian. Bocah itu meminta es krim kesukaannya yang biasanya dibeli di pusat perbelanjaan. Seto menawarkan diri mengantarkan Rafael. Bodohnya, Ian yang tak punya firasat apa-apa, mengizinkannya. Ian meminta petugas memutar kembali rekaman CCTV di dalam dan luar area gedung tersebut. Mata mereka terfokus pada belasan layar monitor yang merekam aktivitas setiap sudut hotel. "Tuh, di parkiran, Bang! Ada yang sergap mereka!" Seru Ian. Layar itu menampilkan beberapa orang menyergap Seto setelah keluar dari mobilnya. Salah satu dari mereka memukul tengkuknya dan menyeretnya ke sebuah SUV lalu menggotong Ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN