32. FRIEND OR FOE

1299 Kata

Fara menatap kosong dari balkon apartemen ke arah kerlap-kerlip langit Jakarta menjelang tengah malam. Tangannya memutar-mutar secangkir kopi yang sudah mulai dingin. Pikirannya berkeliaran kemana-mana. Perutnya mual dan melilit karena sedari siang tidak mendapat asupan makanan. Selera makannya hilang, hanya beberapa cangkir kopi yang menemaninya hingga malam ini. Dia linglung. Bukan hanya pernyataan tiba-tiba dari Sam yang ia pikirkan. Fara bingung menjelaskan pada Al tentang bagaimana ini bermula. Singa galak itu sangat menyayangi mereka berdua. Tak ayal, setelah kabar ini sampai di telinga Al, sudah pasti kakaknya kecewa dan marah. Bagaimana ia bisa menjelaskan hubungan di masa remaja yang masih menyeret mereka hingga saat ini hanya karena Samudera ternyata kembali menagih janji yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN