"Astaga ini Rara kenapa? Kenapa bisa luka gini tangannya?" Tanya Nesya heboh ketika melihat Rara tengah tergeletak di kasur rumah sakit dengan lengan dibalut perban. "Gak papa, Mi." Jawab Rara sambil tersenyum. "Gak papa gimana, katanya tangan kamu berdarah. Kenapa bisa? Oh iya, semua pelakunya udah ketangkep lho, si penjual permen kapas udah di penjara duluan baru di susul sama..." Nesya menggantungkan kalimatnya merasa tidak enak dengan Rara. "Ah, ya udah lah. Yang penting semuanya udah beres. Sekarang kamu cerita sama Mami kenapa tangan kamu bisa kayak gini?" Ardhan menatap Nesya yang terlihat begitu heboh. "Emm... Tangan aku kena pisau, Mi." "Iya Mami tau kena pisau, maksudnya kenapa bisa kena gitu lho." Rara menatap Ardhan sejenak lalu menatap Nesya kembali. "Aku dateng ke rum

