"Yeeey, pulang." Bukan Fany yang bersuara melainkan Ardhan. Empat hari yang lalu keadaan Fany sudah membaik sehingga pada hari ini Fany dibolehkan keluar dari rumah sakit. Rara tersenyum melihat Ardhan lah yang begitu antusias daripada Fany. "Kita pulang sekarang?" Tanya Ardhan kepada Rara. "Yuk!" Balas Rara. Ardhan yang sedang menggendong Fany menurunkan nya dan mendudukkan Fany di kursi roda lalu Ardhan mengambil tas yang berisikan keperluan Fany dari tangan Rara. "Mari kita pulang." Ucap Ardhan. Seorang suster yang memang sedang berada di ruang inap Fany mulai mendorong kursi roda Fany. Setelah berada di mobil dan mobil sudah melaju meninggalkan gedung rumah sakit, Ardhan memperhatikan Fany dari kaca depan. Di dalam hati Ardhan berdoa semoga kejadian beberapa hari yang lalu dimana

