Aku kelimpungan sendiri sambil membuka pintu kamar. Untuk apalagi kalau bukan mencari ketiga manusia kecil yang kabur tanpa suara. Bagaimana bisa si berisik Edo dan Dimo pergi bersama si berantakan Aiyra? Tanpa kusadari lagi. padahal aku sedari tadi berdiri tak jauh dari pintu kamarnya. Tindakanku ini membuat para ibu ikutan bingung. Tak hanya itu, om-om yang sedang menata kursi juga ikutan sibuk. Duh, ketiga manusia kecil itu lenyap tanpa bekas. Jangan-jangan mereka sedang merencanakan another chaos. Kemarin mereka sudah masuk ke got depan rumah sambil melempari mobil Bang Yongki dengan lumpur. Hiks. Setengah berlari aku keluar dari rumah. Sesekali sambil membenarkan jilbab abu-abuku yang entah bagaimana bentuknya. Kucek di got, tak ada, aman. Kucek di pas

