21. Waktunya Berpisah

1915 Kata

Jill berlari keluar kamar mandi ketika mendengar bel kamarnya berbunyi beberapa kali. Dibukanya cepat-cepat pintu kamarnya, takut ada orang yang mencarinya untuk alasan penting. Begitu pintu terbuka, nampaklah wajah ceria Dav menyambutnya penuh senyum. "Baru selesai mandi?" Jill megangguk sambil memegangi handuk yang ia lilitkan di kepalanya. "Aku ganggu?" tanya Dav lagi. "Nggak, dong! Mau masuk?" Jill mengedik ke dalam kamarnya. "Kalo boleh," balas Dav. "Ayo, deh!" disambarnya lengan Dav dan ditariknya masuk ke dalam kamarnya. "Duduk, Dav. Aku sambil keringin rambut, ya?" Dav mengangguk, tapi ia tidak duduk. Dav malah berjalan mengikuti Jill. "Mau ngapain?" tanya Jill heran ketika melihat pantulan Dav di cermin yang sedang berdiri di belakangnya. "Bantuin kamu." Sejujurnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN