Aline ingin mengabaikan pergejolakan rasa bersalah yang terus mengingatkan jika ia tak pantas meminta hal seperti ini pada Darmo Vandara. Pemanfaatan yang membuatnya terkesan tidak memiliki rasa malu. Hanya mementingkan diri sendiri semata. Merupakan ide gila untuknya jika dipikirkan kembali dengan akal sehat. Tetapi, sekali lagi diabaikan semua. Ingin mencapai kepuasaan bercinta demi mengurangi rasa patah hati. Sebelumnya tak terbayang sedikit pun jika seks dan bercinta yang panas bisa menjadi alternatif penyaluran selain minum hingga mabuk. Ia bisa saja pergi ke bar nanti malam untuk menemukan pria untuk diajak terlibat dalam percintaan satu malam. Tidak akan sukar mencari daripada bersama Darmo. "Apakah kau merasa sakit?" Aline ingin cepat menjawab dengan untaian kata dan membuka ma

