22 - Masukan Gila?

831 Kata

            "Kau tidak akan mungkin licik bukan, Kawanku?" Darmo Vandara yang sedang mengetikkan pesan kepada Aline untuk mengetahui keberadaan wanita itu pun jadi terhenti karena pertanyaan bernada godaan sang sahabat. Ia sudah tahu arah pembicaraan mereka, walau hanya dengan satu kali mendengar. Dugaannya tidak akan sampai salah. Kemudian sebagai tanggapan, kepala dianggukan. Sudah dipusatkan pandangan ke sosok sang saudara ipar. "Jangan ragukan bagaimana kebodohan yang tidak memanfaatkan keadaan semalam. Aku saja tidak memercayai diriku." Darmo paling menghindari situasi apa pun yang dapat membuatnya harus berbohong. Ia tak suka harus mengarang cerita. Namun, sudah tercipta kesepakatan di antara dirinya dan juga Aline untuk menyimpan apa telah terjadi hanya berdua. Telah disetujui, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN