Bimbang 2

1075 Kata

  Dana berjalan menuju ruangan Sakti dengan langkah gontai, tak tahu bagaimana cara untuk memberitahu kekasihnya itu perihal hal yang sedang dia pikirkan. Dia bimbang, seolah berjalan di sebuah jalan kecil yang di kedua sisinya adalah jurang. Tarikan napas dan helaan panjang terus bergantian dia lakukan menemani langkahnya ke tempat Sakti. Langkahnya berhenti tepat di depan ruangan Sakti. Menatap pintu dengan plang nama kekasihnya itu di atasannya. Tangannya bergerak ingin mengetuk pintu, namun beberapa kali juga dia urungkan. Tok ... tok ... tok ... Dia tersentak saat merasakan Sakti langsung membuka pintu, menarik tangannya setelah ketukan ketiga berakhir. Lalu, entah sejak kapan, dia berada dalam pelukan pria itu sekarang. Sakti kembali memeluk tubuhnya dengan erat, mengerti bahwa d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN