Seoul, pertemuan pertama dengan Won Dana menghela napas dalam dengan duduk di lorong rumah sakit yang tersembunyi. Pasien di rumah sakit hari ini sedang banyak-banyaknya, sehingga membuatnya baru selesai bekerja pukul delapan lebih. Padahal seharusnya, dia dapat jatah pulang tadi jam lima. Setelah di rasa cukup beristirahat, Dana beranjak untuk pulang. Langkahnya terasa begitu goyah, dia mengembuskan napas lega saat sampai di depan rumah sakit. Tit ... Tit ... Suara klakson dari sebuah Van selebrity membuat Dana tersenyum. Rasa lelahnya tadi berubah menjadi kesenangan saat melihat wajah Dani -sahabatnya yang seorang selebrity melambaikan tangan ke arahnya. Bergegas, Dana menghampiri selebrity itu dan terkejut saat melihat keempat sahabatnya yang lain ada di dalam van itu. “Kalian dar

