Kekhawatiran

2124 Kata

  Sakti meminta untuk bertemu dengan keluarganya.  Kata itu selalu berpendar di dalam pikirannya selama seminggu terakhir ini. Setelah, video call tak sengaja antara dia dan Omma membuat Sakti berpikir untuk juga memperkenalkan Dana kepada Keluarganya terutama kedua orang tuanya. Dana mendesah, dia merasa itu sangatlah tak adil. Dia ingin menolak permintaan Sakti, namun saat melihat wajah penuh harap yang Sakti perlihatkan membuatnya tak berdaya. Meruntuki dirinya sendiri yang tak bisa menolak permintaan orang lain dan entah mengapa selalu merasa terbebani untuk hal itu. Dia berjalan ke arah depan ruang UGD untuk duduk di kursi yang memang disediakan di depan lorong sembari memperhatikan orang yang lalu lalang. Dia melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya menyadari jam besuk bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN