Jakarta

1534 Kata

Pesawat kecil yang membawa Sakti dan Dana sudah lepas landas setengah jam yang lalu menuju Jakarta. Dana menatap tangannya yang masih dalam genggaman Sakti, seolah tak ingin melepaskanya barang sedetik pun. Tatapan Dana berubah memandang ke luar jendela pesawat yang kini memperlihatkan awan. Ada rasa nyeri yang menyergap di hatinya merasakan bahwa dia akhirnya benar-benar pergi dari kota kecil yang telah membuatnya nyaman itu. Masih tak percaya bahwa kini dia akan kembali ke kota kelahirannya dengan membawa kesedihan yang berbeda. Dulu, dia sedih karena harus kehilangan Won, dan kini dia sedih harus meninggalkan orang yang kini duduk di sampingnya. Dia menoleh menatap Sakti yang duduk di sampingnya dan selalu menatapnya dengan senyuman paling lembut yang beberapa hari terakhir ini selalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN