Hal Menyedihkan

1659 Kata

Bab 18 Pov Ardan Aku terkejut ketika mendengar penuturan Mama Ratna melalui sambungan telepon. Bibirku kaku seakan tak mampu bicara lagi. Astaga, Mayang kondisinya tiba-tiba menurun dan saat ini di ruangan ICU. Aku berusaha menyetabilkan detakkan jantung ini. Tak kuat rasanya mendengar kabar buruk ini. Kalau boleh pinta, biarkan aku saja yang berada di dalam ruangan ICU. Bu Anika mencoba menenangkanku. Rasanya tidak mampu jika harus kehilangan Mayang secepat ini. Janji untuk membahagiakannya pun belum terpenuhi. "Bu, kita ke Rumah Sakit Maya Bakti sekarang, Mayang masuk ruang ICU lagi. Kondisinya melemah," ujarku setelah beberapa menit menenangkan diri. Kaki yang tadi tak kuat berdiri pun sudah mulai kugerakkan dan berusaha untuk bangkit. "Ibu ikut!" seru Bu Diah. Aku menoleh ke ara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN