Kedua mata Alana perlahan terbuka dan hal pertama yang ia lihat adalah Bagas. Ia menatap sebuah selimut yang menutupi mereka berdua. Gadis sempat terdiam selama beberapa saat dan kedua matanya membulat. Ia langsung bangun dan terkejut saat melihat ke arah jendela apartemennya di mana langit sudah berubah terang. Gerakannya yang tiba-tiba itu membuat Bagas juga terbangun, lalu menguap. "Kau ini kenapa?" ujarnya dengan suara serak. "Astaga, Gas, kita ketiduran!" Kedua mata Bagas sukses terbuka dan rasa kantuknya mendadak hilang. Lelaki itu ikut bangkit dan melihat ke luar jendela. "Kenapa kau tidak membangunkanku?!" Alana memukul lengan Bagas setelahnya. "Heh, harusnya aku yang bilang begitu! Kenapa kau justru ikut tidur dan malah mengambil selimut!" "Aku tidak mengambil selimut, s

