Bagas mendongak saat seseorang memberikan sebotol air mineral kepadanya. "Kupikir kau sudah berganti pakaian," ujarnya. Alana mendudukkan tubuhnya di sebelah lelaki itu dan menatap beberapa murid yang masih bermain basket di lapangan. "Aku ingin berada di sini dulu. Ah, iya, mana Dika? Kurasa tadi dia ada di sini bersama denganmu. Padahal aku juga sudah membelikan air untuknya." Alana menatap ke sekitar mencari keberadaan lelaki bernama Dika itu. "Kenapa kau mendadak membelikannya minum? Tumben sekali," ujar Bagas. "Dia kan tadi ada di sini, jadi kupikir tidak enak jika hanya kau yang kubelikan minum. Jadi ya sekalian saja." Alana menunjukkan botol air di tangannya yang satu lagi. "Oh, itu dia! Dika!" Ia berseru saat melihat Dika berjalan ke sana. Namun Bagas tak membiarkan hal

