Aku berdiri di depan pintu menyambut suamiku yang baru saja pulang dari 'tugas' kantor di luar kota selama tiga hari dan di undur menjadi empat hari. "Sayang?" ujarnya saat melihat penampilan baruku. "Kau memotong rambutmu? Mewarnainya juga? Tumben!" lanjutnya sedikit tertawa. Tawa yang garing. Dia mengelus wajahku dan juga rambutku yang pendek. Aku hanya mengangguk dengan senyuman khas milikku. "Mau ganti suasana aja. Kali aja ada abege yang kecantol dan mau jadi selingkuhanku," ujarku dengan nada bercanda. "Ck coba aja. Siapa pun itu mau abege atau lelaki mana pun nggak akan bisa ambil kamu dari aku. Kamu itu hak paten aku," jawabnya. "Halah, banyak cerita. Bentar lagi aku masuk tiga puluhan dan mulai keriput, pastinya tambah jelek. Pasti kamu akan lirik lirik abege buat jadi seling

