27. EMILY, KAMU BERUNTUNG

1510 Kata

"Yang, Ak-- aku," "Kenapa? Mau buat alibi apa lagi?" Aku memotong ucapannya yang terbata-bata. "Kamu pikir aku tidak tahu? Kamu pikir aku tidak chat kamu karena aku tidak mau mengganggu pekerjaanmu? Hah?" "Bu--bukan begitu. Tapi aku beneran pergi ke luar kota, Sayang." Masih berani pula dia mengoceh walau pun terbata-bata..Otaknya ternyata bebal juga dan tidak bisa memahami aku sekarang. Apa dia pikir raut wajah ini sedang di buat buat ekspresinya? Apa yang dia harapkan? Prank? Ya Dewa, itu nggak cocok lagi. Lagian itu bukan tipeku. "Aku bertemu istrinya pak Daniel dan mbak itu bertanya kenapa aku masih ada di kota ini padahal suamiku cuti karena sudah mengambil tiket jauh jauh hari untuk liburan. Asli Mas, asli aku malu sekali sampai sampai otakku blank, tidak bisa berpikir jer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN