Hari yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang. Hari di mana penyatuan dua hati akan segera dilaksanakan. Hari yang seolah membuktikan pada dunia, sesingkat apapun pertemuan, atau bahkan sekonyol apapun awal dari kisah mereka dimulai tak mempengaruhi apapun jika Tuhan sudah berkehendak. Naira telah memulai kisah ini dengan kehidupannya. Dia bagaikan prolog dari sebuah cerita, sementara Anneta lah yang berada pada ending cerita ini. Dia adalah jawaban atas doa yang selama ini mungkin tidak secara langsung Alfian panjatkan. Laki-laki yang telah siap dengan busana pengantin adat jawa bertemakan warna putih itu sudah duduk dengan mantap di depan penghulu dan juga wali nikah dari pihak Anneta. Bahkan tangannya sudah dijabat erat oleh om gadis yang kini nampak gugup mengikuti setiap proses yang

