Anneta - Bab 31

1506 Kata

Alfian itu ME-NYE-BAL-KAN. Setidaknya itu yang Anneta rasakan saat ini. Ia pikir, setelah pertemuan terakhir mereka waktu itu. Saat Alfian menanyakan perasaannya, akan ada pergerakan lanjutan dari laki-laki itu. Ah, nyatanya Alfian malah terlihat sangat santai. Waktu itu percakapan mereka memang terputus karena Alfian mendapat sebuah telepon entah dari siapa dan selanjutnya laki-laki itu pergi. Setelahnya? Jangan ditanya, karena Anneta terus uring-uringan jika mengingat Alfian yang seolah mengabaikannya. Anneta sendiri tidak terlalu paham apa yang sebenarnya ia inginkan. Bahkan dia tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti dengan yang ia rasakan. Dia sebenarnya takut. Entahlah, Alfian memang terlihat memiliki rasa yang sama sepertinya. Tapi memiliki rasa yang sama saja tidaklah cukup.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN